Selasa, 22 November 2011

Doaku Sebagai Manusia yang Sama Sepertimu

Doa hati yang telah lupa

Dulu aku seperti kamu segala macam hal aku lakukan... dan aku tau itu salah...

Dan sekarang aku seperti lilin yang menunggu waktu hingga lilin ini padam...

Mengalah dengan kenyataan, pahit getirnya hidup, air mata ini bagaikan ladang tandus yang tidak dapat memihak, sedangkan bibir ini bagaikan penjara besi yang tertutup rapat terjahit oleh seutas benang kawat yg tajam...

Lantang suaraku tak terdengar... tanganku mulai tak dapat kuangkat dan kakikupun lunglai untuk berjalan.... hanya menunggu jawaban Tuhan....

Tuhan aku ingin sekali lagi berjalan dengan benar di tempat biasa aku langkahkan kaki dengan hati yang mantap menuju jalanmu...

I Love Allah

-Ozzy Rafael-


Kamis, 17 November 2011

Ikhlas dan Sabar

Ada yang harus dikubur dan ada yg harus digali

suatu saat kita harus berhenti dan melangkah kembali

untuk jalan yang tidak kita pilih dan ketahui

dilain waktu kita akan mengerti

tentang apa yang kita jalani


Diamlah sejenak dan begeraklah untuk masa yg baru

bola-bola api pun menggapai genggaman kita

suara terik rasanya bergetirkan hati

kadang kala sangkakala menegur sapa

dan kita memang tak bisa berbuat apa-apa selain...ikhlas..


Satu hembusan nafas telah mengakhiri sekaligus mengawali segalanya..

memang ada yg harus dtinggalkan dan ada yang harus digapai..

hanya keikhlasan dan kesabaranlah yang menuntun kita ke jalan utama dimana kita mengawali ini semua..


Rabu, 19 Oktober 2011

Galau adalah sebuah kondisi dimana perasaan kita diambang kesepian yang sedang dilema akan membutuhkannya suatu jawaban dari segala pertanyaan yang selalu terbesit di benak pikiran maupun hati yang tidak terjawabkan oleh diri sendiri...

Galau saat ini sedang populer setelah dilema, galau dengan dilema memiliki perbedaan yaitu galau yang dimana suatu kondisi yang terdapat banyak pertanyaan yang belum terjawabkan sedangkan dilema yang dimana suatu kondisi yang terdiri dari 2 pilihan yang belum tahu mana yang hendak dipilih..

Galau dengan bingungpun juga berbeda, bingung memiliki arti ia telah memiliki suatu jawaban akan tetapi ia masih ragu atas jawabannya..

Jadi arti dari galau yang sebenarnya adalah suatu kondisi yang dimana ia belum mendapatkan satu jawaban untuk setiap pertanyaan dan pilihan yang selalu menghampiri dikala kita sedang sepi..

Galau disini memiliki tingaktan-tingkatan yang sangat unik. Galau tingkat rendah adalah suatu kondisi yang diekspresikan hanya bersifat umum dan hanya terdapat beberapa pertanyaan serta masih bisa dikendalikan diri sendiri. Galau tingkat dewa adalah suatu kondisi yang sudah komplikasi atas segala pertanyaan dan pilihan baik soal cinta maupun kehidupan dan membutuhkan orang lain untuk mencari jawaban atas segala pertanyaan. Galau tingkat menengah adalah suatu kondisi yang hampir komplikasi atas segala pertanyaan dan pilihan namun masih bisa di kendalikan oleh diri sendiri..

invite :: fanpage Gudang Galau

GALAU

Galau adalah sebuah kondisi dimana perasaan kita diambang kesepian yang sedang dilema akan membutuhkannya suatu jawaban dari segala pertanyaan yang selalu terbesit di benak pikiran maupun hati yang tidak terjawabkan oleh diri sendiri...

Galau saat ini sedang populer setelah dilema, galau dengan dilema memiliki perbedaan yaitu galau yang dimana suatu kondisi yang terdapat banyak pertanyaan yang belum terjawabkan sedangkan dilema yang dimana suatu kondisi yang terdiri dari 2 pilihan yang belum tahu mana yang hendak dipilih..

Galau dengan bingungpun juga berbeda, bingung memiliki arti ia telah memiliki suatu jawaban akan tetapi ia masih ragu atas jawabannya..

Jadi arti dari galau yang sebenarnya adalah suatu kondisi yang dimana ia belum mendapatkan satu jawaban untuk setiap pertanyaan dan pilihan yang selalu menghampiri dikala kita sedang sepi..

Galau disini memiliki tingaktan-tingkatan yang sangat unik. Galau tingkat rendah adalah suatu kondisi yang diekspresikan hanya bersifat umum dan hanya terdapat beberapa pertanyaan serta masih bisa dikendalikan diri sendiri. Galau tingkat dewa adalah suatu kondisi yang sudah komplikasi atas segala pertanyaan dan pilihan baik soal cinta maupun kehidupan dan membutuhkan orang lain untuk mencari jawaban atas segala pertanyaan. Galau tingkat menengah adalah suatu kondisi yang hampir komplikasi atas segala pertanyaan dan pilihan namun masih bisa di kendalikan oleh diri sendiri..

Senin, 26 September 2011

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”
- Sapardi Djoko Damono -

Senin, 19 September 2011

Ebiet Gofar Ade

Ada sisa-sisa suara yang bergema dalam dada
Aku tak mendengar apapun, gemuruh di luar pintu,
ia terus mengejarku, ia terus menghantuiku
Mengendalikan seluruh gerak dan naluriku

... Ada akal yang masih bening, ada budi yang masih jernih
Bertarung serentak bergumul bola-bola api,
ia terus membelenggu, ia ingin melukaiku,
membalut semua indra akal fikirku

Ada yang tak dapat aku lepas meskipun berulang aku coba
Waktu berputar semakin cepat, aku telah jauh tertinggal
Ada yang tak pantas aku sandang, setumpuk penghargaan
Lebih baik kutelan kata-kataku, angan-anganku

by Ebiet Gofar Ade

Perhitungan Kehidupan

aku percaya kepada perhitungan "kemungkinan" antara logika dan keberuntungan yang mengarah kepada rumus linear dan perhitungan peluang..
walau "kemungkinan" dibawah 50% setidak'a "mungkin terjadi" dan "bisa terjadi" selagi masih ada persentase dalam kemungkinan tersebut..
walau terasa berat kata yang biasa ku sebut "beban" bukanlah suatu "beban" hanyalah tanggung jawab yang seharusnya aku jalani sendiri..
sesungguhnya, maka aku harus tekadkan hati, jiwa, pikiran, dan keyakinan..
aku bisa dan aku yakin bisa walau I feel alone.
aku percaya kepada perhitungan "kemungkinan" antara logika dan keberuntungan yang mengarah kepada rumus linear dan perhitungan peluang..
walau "kemungkinan" dibawah 50% setidak'a "mungkin terjadi" dan "bisa terjadi" selagi masih ada persentase dalam kemungkinan tersebut..
walau terasa berat kata yang biasa ku sebut "beban" bukanlah suatu "beban" hanyalah tanggung jawab yang seharus'a gw jalani sendiri..
sesungguhnya, maka gw harus tekadkan hati, jiwa, pikiran, dan keyakinan..
gw bisa dan gw yakin bisa walau I feel alone.

Senin, 11 Juli 2011

Cinta Fatamorgana

Cinta hanyalah suatu fatamorgana optik.. yang mengalir ke sudut liku mata.. mencambuk dalam bisunya suara.. menyatu dalam suatu asa dan keputusasaan..
terpilihnya antara hitam atau putih yang menjadikannya abu-abu..
dan.. berhenti pada pelabuhan kekecewaan

Minggu, 19 Juni 2011

JALAN SETAPAK

aku masih terus berjalan di setapak jalan ini yang selalu kulalui
kebetulan wajahmu ada di persimpangan jalan ini
tapi sangat di sayangkan sekali engkau lekas pergi

aku hanya tersenyum,entah sinis atau bahagia karena telah diberi kesempatan bertemu denganmu
berbisik dalam hati "sudahku bilang"
terus berkaca dalam diri n berkata "apa salahku?"

tapi semoga saja ada yang berbaik hati untuk mempertemukan kita kembali
dengan nada sejalan yang lebih manis lagi

(:

Rabu, 15 Juni 2011

TENTANG WANITA

wanita tidak pernah menuntut banyak kecuali pengertian..
kadang wanita terlihat manja, banyak maunya, atau mungkin di mata pria, wanita hanyalah makhluk yang menyusahkan..
tapi ketahuilah, wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah manghantamnya dengan banyak rasa sakit yang mendera..
wanita masih tetap seperti orang yang sama ketika pria berusaha pergi dan menghindar lantas datang kembali membawa asa..
meski wanita terlihat tidak peduli, meski wanita terlihat mengacuhkan, tapi percayalah jauh dilubuk hatinya, wanita punya sejuta doa untuk pria.

Sabtu, 11 Juni 2011

POLITIKUS

adalah hal dimana para investor meniduri kelas pekerja, pemerintah tertidur lelap, rakyat diabaikan dan masa depan berada dalam kondisi yang menyedihkan

Selasa, 07 Juni 2011

LIMA CENTIMETER

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas,lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.

Dan kamu akan selalu dikenang sebagai sesorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja,bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun.. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya..

(Donny Dhirgantoro; 5cm)

SEONGGOK DAGING

sampah, dusta, kemunafikan, tajam, hening, hilang, dan ada
usirlah sarta kata dalam suatu kata yang tidak bisa disebutkan
teriaklah aku dalam nafas panjangku
aku pun melihat dalam gelap dan itu ada di sudut selatan
tapi cahaya kebencian selalu menang dalam utara
barat pun berteriak n memperingati
tapi isinya hanya seonggok daging yang tidak berarti

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......STOP!!

hentikan semuanya!!!!!! Berhentilah sejenak..
marilah bersandar n menikmati udara sejuk..
biarkanlah aku tersenyum dalam pangkuan tangis darahku..

TANPA NAMA

aku letakkan dahagaku di atas ubun kepalaku..
aku sembunyikan wajahku dibalik kabutnya..
ku tebarkan senyumku agar menelan waktu..
ku letakkan tanganku dipundaknya..

Nya.. sesuatu yang tidak bisa kusebutkan..
bagaikan sesuatu tanpa nama..
tapi berarti dlm hidup..

dan aku sadar.. aku harus terbangun dari mimpi manis indah yg telah kau berikan kepadaku..

Rabu, 01 Juni 2011

Aku Adalah Kode Untuk Diriku Dan Kalian

...

jika suatu masa manusia sudah tidak memakai nama,tetapi menggunakan sebuah kode
maka diriku menjadi N32,jika suatu waktu aku sulit ditemukan..
maka sesungguhnya aku ada,tunjuklah aku dalam sebuah kode "spcae,t,j,p,@,spcae,m,w,j,@,t,w"

..berfikirlah

dan kau akan menemukanku.. :)

Minggu, 29 Mei 2011

PEREMPUAN DI TITIK NOL

Buku karangan berjenis Biografi & Riwayat Hidup ini di tulis oleh Nawal el-Saadwi (seorang dokter) berjudul Perempuan di Titik Nol (Woman at Point Zero), yang berkisah tentang perjuangan perempuan Mesir untuk merebut kedudukan dan hak-hak yang sama, dan lebih penting lagi untuk medapatkan perubahan nilai dan sikap kaum lelaki Mesir terhadap perempuan, masih belum sepenuhnya tercapai.

Novel ini merupakan kisah nyata yang diceritakan oleh perempuan bernama Firdaus dari sel penjaranya, tempat dia menunggu pelaksaan hukuman matinya, karena dia telah membunuh seorang lelaki.

Ini adalah beberapa cuplikan dari jeritan penderitaan dan pemberontakan wanita tertindas di Mesir :
- Semua perempuan adalah korban penipuan.lelaki memaksakan penipuan pada perempuan,dan kemudian menghukum mereka karena telah tertipu, menindas mereka ke tingkat terbawah, dan menghukum mereka karena telah jatuh begitu rendah,mengikat mereka dalam perkawinan dan menghukum mereka dengan kerja kasar sepanjang umur mreka, atau menghantam mereka dengan penghinaan,atau dengan pukulan.
- Ketika mereka meneriakkan kata "patriotisme," dengan segera saya tahu, bahwa dalarn hati mereka tidak takut pada Allah, dan bahwa dalam benak mereka, patriotisme mereka itu adalah yang miskin harus mati untuk membela tanah yang kaya, tanah rnereka, karena saya tahu bahwa orang yang miskin tidak memiliki tanah.
- Karena saya seorang yang cerdas, saya lebih menyukai menjadi seorang pelacur bebas daripada seorang istri yang diperbudak.

Semoga dengan membaca buku Nawal el-Saadawi yang dahsyat ini, baik perempuan maupun lelaki Indonesia tergerak hati dan pikirannya untuk memikirkan kembali penuh keterbukaan berbagai kekurangan dan ketidakadilan yang masih menimpa hak-hak dan kedudukan perempuan Indonesia dalam masyarakat kita sekarang.

Download -> Klik Aku

GADIS MATEMATIKA & GADIS LOGIKA

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan….

M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.

L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.

M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..

L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit…

L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L ). Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Ga dis Logika (L ) datang.

M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?

L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.

M : Dan… dan..

L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?

L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..

M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?

L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan celananya…

M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?

L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… So akhirnya aku bisa lolos dari pria itu…

Selasa, 03 Agustus 2010

Senyuman Di Senja Terakhir

Senja itu indah. Kalimat itulah yang terus terpatri dalam benakku. Aku sangat menyukai senja. Karena senja itu indah…
Di sinilah aku sekarang. Menatap dalam diam ke arah jendela yang seolah dihiasi oleh pemandangan senja. Tak mengerti apakah harus senang atau sedih menatap senja. Senang karena aku masih bisa melihat senja, yang berarti Tuhan masih mengizinkan aku untuk bernafas. Sedih bila akhirnya ini adalah senja terakhir yang harus kupandangi.
Aku terus berharap masih ada senja-senja yang terus menantiku di hari esok. Rutinitas inilah yang kerap kulakukan bila senja datang menggantikan sore. Ada rasa tak sabar saat aku menunggu saat datangnya senja. Tak sabar untuk segera bercerita.
Menceritakan semua yang ingin kuceritakan. Bukan berarti aku tak memiliki siapa-siapa. Aku masih mempunyai orang tua yang sangat menyayangiku, meski rasa sayang mereka tertutupi oleh kesibukan mereka masing-masing. Aku tahu pekerjaan yang mereka lakoni merupakan salah satu pelarian dari kesedihan yang mereka rasakan selama ini.
Aku bisa merasakan aura duka itu. Mereka hanya menggunakan kesibukan mereka sebagai topeng, sebagai tempat bersembunyi dari semua yang harus mereka jalani. Padahal di balik semua itu hati mereka sangat rapuh. Bagaimana tidak rapuh bila suatu saat nanti mareka harus siap menerima kehilangan seorang anak. Dan statusku sebagai anak tunggal seolah ikut menggenapkan duka mereka. Karena apabila ‘saat itu’ telah datang, tak ada lagi yang menggantikanku sebagai anak mereka.
Aku masih termangu dalam diam. Ingatanku seolah menjemput memori masa laluku, saat di mana aku menganggap bahwa senja adalah hal biasa. Hanya sebuah fenomena alam. Saat di mana aku menghabiskan hariku bersama ayah dan bunda. Saat di mana senyuman dan tawa bukan sesuatu yang langka di antara kami. Saat di mana aku bisa melakukan semuanya sendiri. Ya, sendiri. Sampai ‘hari itu’ datang seolah meminta untuk kulalui..
Hari yang kelam. Hari yang senjanya tak begitu indah, karena ditutupi oleh mendung. Hari yang menurutku awal dari jalan menuju akhir hidupku.
Mendung di senja itu sudah menjelma menjadi hujan yang membasahi jalan yang kulalui bersama teman-temanku. Saat aku dan teman-temanku baru saja menghadiri reunian. Rasa rindu tak bisa terbendung saat bertemu teman lama. Tapi peristiwa naas itu seolah menjadi bagian dari kisah bahagiaku.
Bus yang aku tumpangi terbalik saat melalui jalan yang sangat licin. Separuh dari nyawa yang ikut di dalam bus, terbang dibawa angin yang berhembus di senja itu. Inikah akhir dari cerita rindu kami? Aku bingung, apakah harus bahagia atau menangis saat tahu aku menjadi salah seorang yang nyawanya terselamatkan.
Tentu saja dengan badan yang hampir remuk. Kepalaku tak sedikit mengeluarkan darah, yang mengalir bersama tetesan air hujan. Hanya itu yang kuingat. Yang kutahu semenjak saat itu, hidupku berubah. Kepala sering terasa pusing. Hidungku selalu mengeluarkan darah secara tiba-tiba. Dan aku semakin sering pingsan. Aku tak tau penyakit apa yang telah menyerangku.Yang jelas penyakit ini perlahan menghilangkan fungsi dari masing-masing organ tubuhku.
Matahari sudah benar-banar tenggelam di ufuk barat, menandakan senja sudah berakhir. Lamunanku terhenti saat mendengar suara bunda di balik pintu kamarku. Tanpa sadar tanganku menyapu pipiku yang basah. Ternyata aku menangis. Aku memang tak pernah kuasa membendung air mataku bila mengingat peristiwa itu.
“Masuk, Bun…” ucapku lirih. Suaraku bergetar.
Bunda tersenyum lembut kearahku, “Syafa, ayo kita makan malam. Ayah sudah menunggu di ruang makan.”
Aku hanya mengangguk. Bunda berjalan menujuku. Kemudian ia mulai mendorong kursi rodaku. Ya, inilah aku, Syafa Syaqila. Dengan usia 16 tahun 3 bulan lalu kakiku mendadak lumpuh. Aku mengira ini bagian dari penyakit aneh yang menyerangku. Beginilah aku sekarang. Hidupku bertumpu pada kursi roda yang sekarang kutumpangi. Aku takut penyakit ini terus menggerogotiku. Hingga akhirnya merenggut nyawaku.
Ternyata ayah memang sudah menungguku di meja makan. Lengkap dengan makan malam yang sudah terhidang di atasnya. Ayah menyambutku dengan senyuman yang sama lembutnya dengan bunda.
“Apa kabar kamu hari ini, sayang?” Tanya ayah sambil mengusap kepalaku, seolah-olah aku anak yang berusia 5 tahun.
“Baik Yah…” jawabku ragu. Ragu karena dengan kenyataan ini apakah hidupku bisa digolongkan baik.
Ayah hanya tersenyum getir mendengar jawabanku. Selanjutnya kami makan malam ditemani diam. Sampai akhirnya Ayah membuka topik pembicaraan yang mengingatkan aku bahwa lusa adalah hari ulang tahunku. Ayah berjanji akan merayakan ulang tahunku yang ke-17 tersebut.
Senang? Tentu saja aku senang. Tapi aku tidak mungkin lompat-lompat untuk menunjukkan rasa senangku. Aku hanya bisa tersenyum. Saat Ayah dengan antusiasnya menceritakan rencana-rencananya untuk ulang tahunku, tiba-tiba saja, sendok dan garpuku terhempas. Dan tanpa bisa kukontrol, kedua tanganku tiba-tiba terjatuh ke sisi kursi roda. Aku bingung dengan apa yang terjadi padaku. Begitupun dengan tatapan ayah dan bunda yang di tujukan padaku.
“Bun…” suaraku mulai bergetar hebat, mataku mulai memanas. Aku menangis.
Tanganku tiba-tiba tidak bisa kugerakkan. Aku melihat ayah dan bunda mulai cemas.
Kemudian gelap, aku pingsan.
***
Langit-langit kamar putih yang pertama kali kulihat saat aku tersadar dari pingsanku yang ntah sudah berapa lama. Bau obat yang menusuk hidung meyakinkanku bahwa aku berada di rumah sakit. Ayah, Bunda, orang pertama yang kulihat disekelilingku. Mata bunda terlihat sembab, menandakan ia baru saja menangis. Aku hanya tersenyum kepada mereka, seolah-olah meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa.
Tapi rasa sakit itu tak bisa kupungkiri. Sakit yang bergejolak di dada ini seolah mendobrak senyumku menjadi sebuah air mata yang kini mengalir di pipiku.
Tapi dengan lirih aku tetap berkata, “Bunda? Syafa pasti sembuh kan, Bunda?”
Bunda yang mendengarkannya hanya mengangguk. Tapi anggukan menyiratkan ketidakpastian dengan apa yang ia rasakan. “Iya, sayang. Kamu pasti sembuh kok. Makanya kamu harus kuat ya…” Ayah angkat bicara. Ada kelegaan yang luar biasa yang kurasakan, yang bisa dapat mengurangi rasa sakit di dadaku ini. Walau hanya sedikit.
“Ayah, nanti kalau Syafa udah sembuh, Syafa mau lihat senja ya, Yah?” Kini giliran ayah yang hanya bisa mengangguk mendengar pertanyaanku. “Ayah., Bunda, Syafa mau tidur dulu ya, Syafa ngantuk..” kataku dengan nada yang kubuat seceria mungkin. Bunda segera menyelimutiku dan mencium keningku.
Rasa sakit di dadaku memaksaku untuk bangun dari tidurku. Keringat dingin mulai mengalir dari seluruh tubuhku. Ya Tuhan, apa lagi yang kurasakan ini? Kenapa dadaku terasa begitu sakit? Apa kau akan membunuhku dengan menghentikan detak jantungku? Ayah dan bunda yang melihatku terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, mendekati tempat tidurku, “kamu kenapa sayang?” tanya ayah khawatir.
Bunda mengusap-ngusap kepalaku, sambil menenangkanku bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Aku hanya menggeleng. Badanku yang lemas menjadikan suaraku menjadi sangat pelan. “Peluk Syafa, Bunda! Syafa kedinginan.” Bunda segera memelukku dengan erat. Aku bisa merasakan adanya rasa takut kehilangan di sana. “Bunda, Syafa boleh minta sesuatu, Bunda?”
“Boleh, sayang.“
“Syafa mau lihat senja, Bunda…”
“Sekarang?”
Aku mengangguk. Bunda mengalihkan pandangannya ke ayah. Ayah menatap jam di pergelangan tangannya, kemudian mengangguk. Lima belas menit kemudian aku sudah berada di pantai dekat rumah sakit. Aku tersenyum saat sampai di sana..
Senja yang begitu indah. Rasanya sudah lama sekali aku tak melihat senja. Ayah menurukanku dari gendongannya, ke kursi roda yang bunda dorong. Kami terdiam untuk waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya aku berkata,
“Ayah…bunda…maafin Syafa ya. Karena selama ini Syafa ga’ bisa jadi anak yang ayah dan bunda banggain. Cuma bisa nyusahin kalian.. Tapi karena itu juga Syafa harus bilang makasih. Karena kalian udah jadi orang tua yang nggak tergantikan. Bunda yang nggak pernah ngeluh ngerawat Syafa. Ayah yang selalu bisa buat Syafa tersenyum. Syafa senang waktu dengar kalian mau ngerayain ulang tahun Syafa. Seharusnya hari ini kita ada di rumah nyanyiin lagu ulang tahun buat Syafa. Tapi Syafa nggak bisa buat apa-apa kalau semuanya jadi kayak gini. Maafin Syafa..”
Bunda memelukku seperti di rumah sakit. Ayah yang sekarang ikut memelukku berkata, ”Nggak sayang…kamu nggak ngerepotin kok. Kamu udah buat kami bangga dengan jadi anak kami.”
“Makasih, Yah..” Andai saja tanganku ini bisa kugerakkan, pasti aku akan memeluk mereka lebih erat lagi. Tapi sayang, rasa sakit di dadaku tak juga berkurang, namun aku tak ingin menangis. Tak ingin membuat mereka menangis. “Bunda jangan nangis…”
“Bunda nggak nangis sayang. Bunda senang karena hari ini umur kamu udah 17 tahun. Berarti anak bunda udah besar”
Aku ikut tersenyum, “Bunda….Ayah…Syafa capek. Syafa tidur dulu ya…”
Ayah dan bunda melepas pelukannya. Kemudian menyelimuti dengan selimut yang mereka bawa. Sebenarnya ada rasa takut saat aku ingin menutup mata ini. Takut aku tidak akan terbangun lagi nantinya. Tapi aku yakin, Tuhan sudah menggariskan hidup manusia sejak lahir. Aku harus terima jika hidupku harus berakhir di sini..Aku menutup mataku dengan tenang. “Selamat tinggal Ayah, Bunda. Selamat tinggal dunia..Selamat tinggal senja….”***

Khirzun Nufus,
kelas X SMAN 8 Pekanbaru

Senin, 02 Agustus 2010

Cerita Lucu Part 2

DILARANG BERJILBAB

Suatu hari seorang teman terpanggil untuk memakai jilbab. Karena hatinya sudah mantab, dia segera pergi ke took pakaian muslim untuk membeli jilbab. Setelah membeli beberapa pakaian muslimah lengkap dengan jilbab berbagai model, dia pun pulang ke rumah dengan hati berbunga-bunga.

Sesampainya di rumah, dengan bangga dia mengenakan jilbabnya. Namun, ketika dia keluar dari kamarnya, kedua orangtuanya langsung menjerit. Mereka murka da n meminta anaknya segera melepaskan jilbab. Anak itu tentu merasa sangat terpukul. Bayangkan, ayah dan ibunya sendiri menentangnya mengenakan jilbab. Si anak tetap berusaha berpengang teguh pada pendiriannya, tetapi orangtuanya malah mengancam akan memutuskan hubungan jika dia keras kepala. Dia tidak akan diakui sebagai anak selamanya jika tetap mengenakan jilbab. Anak itu pun menangis, meraung-raung sejadi-jadinya. Dia merasa menjadi anak yang paling malang di dunia.

Sukurlah dia tidak putus asa. Dia meminta gurunya agar member i pengertian kepada kedua orangtuanya. Apa lacur? Jangankan menasihati, untuk menemui kedua orangtua anak itu pun sang guru tidak memiliki keberanian. Si anak kemudian mencoba berbicara dengan ustad pengurus masjid di dekat rumahnya agar membujuk kedua orangtuanya. Lagi-lagi, hasilnya nol besar! Sang ustad menolak mentah-mentah permintaannya.

Belum pernah rasanya anak ini dirundung duka seperti itu. Dia merasa sendirian di dunia yang gemerlap ini. Dia merasa sendirian di dunia yang gemerlap ini. Tak ada seorang pun yang mau mendukung keputusasaannya untuk mengenakan jilbab. Akhirnya dia memutuskan untuk mengguanakan cara terakhir. Suatu pagi ia menemui orangtuanya dan berkata, “Ayah, Ibu yang saya cintai. Saya tetap akan memakai jilbab ini. Kalau Ayah dan Ibu tidak mengizinkan juga saya akan bunuh diri.” Sejenak suasana menjadi hening. Ketegangan dalam keluarga itu seolah sedang di titik nadir. Akhirnya sambil menghela napas panjang, si Ayah berkata lirih, “Joko, Joko! Yen kowe wedok sak karepmu arep nganggurok, jilbab, apa kebaya. Lha wong kowe lanang kok pengen nganggo jilbab?” (Joko, Joko! Kalau kamu perempuan, terserah mau pakai rok, jilbab, atau kebaya. Kamu kan laki-laki, masak pakai jilbab?).


ISTRI MELAHIRKAN

Suatu hari Ujang membeli rokok di warung Bang Tumin. Tiba-tiba Bang Tumin menghampirinya dengan wajah gembira.

Ujang : Gembira sekali Bang? Ada apa nih?

Bang Tumin : Iya nih Mas Ujang, saya baru baca surat dari istri di kampong.

Ujang : Ada berita apa memangnya?

Bang Tumin : Istri saya sudah melahirkan! Anaknya perempuan, cantik sekali katanya.

Ujang : Selamat deh Bang. Abang pulang kampong dong?

Bang Tumin : Pasti dong. Lagian saya kan sudah dua tahun nggak pulang kampong dan ketemu istri saya.


GELAP BANGET

Ayah : Bob, kamu lagi ada di mana?

Bobby : Di teras, Yah.

Ayah : Coba kamu lihat lampu teras sudah dinyalakan apa belum.

Bobby : Gak tau Yah, di sini gelap banget….

Ayah : ???

MELANGGAR JANJI

Guru : Cemen, bukankah kamu sudah janji tidak akan nakal lagi?

Cemen : Bukankah saya juga janji akan menghukum kamu kalo kamu nakal sekali lagi?

Guru : Ya, Pak. Tapi karena saya sudah melanggar janji saya, Bapak juga tidak perlu menepati janji Bapak itu.

CITA-CITA

Jhony : Kalo udah gede kamu pengen jadi apa To?

Marto : Aku pengen jadi dokter. Kamu pengen jadi apa Jhon?

Jhony : Asyikkk, kalo kamu jadi dokter aku bisa jadi pasien gratis ya?

Marto : Boleh, boleh aja. Pas kok, aku pengen jadi dokter hewan.